Nih...!!! Yang Termasuk Kondisi Gawat Darurat Bagi Pasien Bpjs

Info Bpjs Kesehatan - Kondisi penyakit yang bagaimana sehingga dimasuk-kan dalam kreteria gawat darurat? - Karena kurangnya sosialisasi dari pihak Bpjs Kesehatan tentang kondisi penyakit gawat darurat sehingga banyak peserta Bpjs yang belum mengetahui. Hal ini diketahui ketika pasien Bpjs sakit dan berobat dalam perjalanan atau sedang keluar kota untuk ditangani  secepatnya, padahal jika ingin ditangani secepatnya seorang dokter harus mendiagnosa penyakitnya jika masuk kategori biasa biasa makan prosedurnya beda lagi. Seorang pasien harus mendapatkan surat pengantar layanan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat didaerah tujuan.

Sebenarnya jika ingin mendapatkan layanan Bpjs langsung prosedurnya harus benar peserta dimulai di Fasilitas Kesehatan tingkat pertama dimana peserta terdaftar, berbeda jika kondisinya termasuk kedalam kreteria gawat darurat. Yang jadi pertanyaan kondisi yang seperti apa yang masuk kreteria gawat darurat? dibawah ini informasi lengkap yang termasuk gawat darurat sesuai bidang penyakit yang diderita pasien...

Nih...!!! Yang Termasuk Kondisi Gawat Darurat Bagi Pasien Bpjs

Kondisi/Kreteria Gawat Darurat Yang Ditanggung BPJS Kesehatan Untuk Ditangani Secara Langsung


NoKriteria Gawat Darurat Bagian Anak/Pediatri
1Anemia sedang/berat
2Apnea/gasping
3Bayi/anak dengan ikterus
4Bayi kecil/prematur
5Cardiac arrest / payah jantung (mungkin maksudnya henti jantung)
6Cyanotic Spell (tanda penyakit jantung)
7Diare profus (lebih banyak dari 10x sehari BAB cair) baik dengan dehidrasi maupun tidak
8Difteri
9Murmur/bising jantung, Aritmia
10Edema/bengkak seluruh badan
11Epitaksis (mimisan), dengan tanda perdarahan lain disertai dengan demam/febris
12Gagal ginjal akut
13Gangguan kesadaran dengan fungsi vital yang masih baik
14Hematuria
15Hipertensi berat
16Hipotensi atau syok ringan hingga sedang
17Intoksikasi atau keracunan (misal: minyak tanah, atau obat serangga) dengan keadaan umum masih baik
18Intoksikasi disertai gangguan fungsi vital
19Kejang dengan penurunan kesadaran
20Muntah profus (lebih banyak dari 6x dalam satu hari) baik dengan dehidrasi maupun tidak
21Panas/demam tinggi yang sudah di atas 40°C
22Sangat sesak, gelisah, kesadaran menurun, sianosis dengan retraksi hebat dinding dada/otot-otot pernapasan
23Sesak tapi dengan kesadaran dan kondisi umum yang baik
24Syok berat, dengan nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur, termasuk di dalamnya sindrom rejatan dengue
25Tetanus
26Tidak BAK/kencing lebih dari 8 jam
27Tifus abdominalis dengan komplikasi
NoKriteria Gawat Darurat Bagian Bedah
1Abses serebri
2Abses submandibula
3Amputasi penis
4Anuria
5Appendiksitis akut
6Atresia Ani
7BPH dengan retensi urin
8Cedera kepala berat
9Cedera kepala sedang
10Cedera vertebra/tulang belakang
11Cedera wajah dengan gangguan jalan napas
12Cedera wajah tanpa gangguan jalan napas namun termasuk: {a} patah tulang hidung terbuka/tertutup; {b} Patah tulang pipi (os zygoma) terbuka dan tertutup; {c} patah tulang rahang (os maksila dan mandibula) terbuka dan tertutup; {d} luka terbuka di wajah
13Selulitis
14Kolesistitis akut
15Korpus alienum pada: {a] intra kranial; {b} leher; {c} dada/toraks; {d} abdomen; {e} anggota gerak; {e} genital
16Cardiovascular accident tipe perdarahan
17Dislokasi persendian
18Tenggelam (drowning)
19Flail chest
20Fraktur kranium (patah tulang kepala/tengkorak)
21Gastroskisis
22Gigitan hewan/manusia
23Hanging (terjerat leher?)
24Hematotoraks dan pneumotoraks
25Hematuria
26Hemoroid tingkat IV (dengan tanda strangulasi)
27Hernia inkarserata
28Hidrosefalus dengan peningkatan tekanan intrakranial
29Penyakit Hirschprung
30Ileus Obstruksi
31Perdaraha Internal
32Luka Bakar
33Luka terbuka daerah abdomen/perut
34Luka terbuka daerah kepala
35Luka terbuka daerah toraks/dada
36Meningokel/myelokel pecah
37Trauma jamak (multiple trauma)
38Omfalokel pecah
39Pankreatitis akut
40Patah tulang dengan dugaan cedera pembuluh darah
41Patah tulang iga jamak
42Patah tulang leher
43Patah tulang terbuka
44Patah tulang tertutup
45Infiltrat periapendikuler
46Peritonitis generalisata
47Phlegmon pada dasar mulut
48Priapismus
49Perdarahan raktal
50Ruptur tendon dan otot
51Strangulasi penis
52Tension pneumotoraks
53Tetanus generalisata
54Torsio testis
55Fistula trakeoesofagus
56Trauma tajam dan tumpul di daerah leher
57Trauma tumpul abdomen
58Traumatik amputasi
59Tumor otak dengan penurunan kesadaran
60Unstable pelvis
61Urosepsi
NoKriteria Gawat Darurat Bagian Kardiovaskuler (Jantung & Pembuluh Darah)
1Aritmia
2Aritmia dan rejatan/syok
3Korpulmonale dekompensata akut
4Edema paru akut
5Henti jantung
6Hipertensi berat dengan komplikasi (misal: enselofati hipertensi, CVA)
7Infark Miokard dengan kompikasi (misal: syok)
8Kelainan jantung bawaan dengan gangguan ABC
9Krisis hipertensi
10Miokardititis dengan syok
11Nyeri dada (angina pektoris)
12Sesak napas karena payah jantung
13Pingsan yang dilatari oleh penyakit/kelainan jantung
NoKriteria Gawat Darurat Bagian Obstetri Ginekologi (Kebidanan & Kandungan)
1Abortus
2Distosia
3Eklampsia
4Kehamilan ektopik terganggu (KET)
5Perdarahan antepartum
6Perdaragan postpartum
7Inversio uteri
8Febris puerperalis
9Hiperemesis gravidarum dengan dehidrasi
10Persalinan kehamilan risiko tinggi daa/atau persalinan dengan penyulit
Kriteria Gawat Darurat Bagian Mata
NoKriteria Gawat Darurat Bagian Mata
1Benda asing di kornea mata/kelopak mata
2Blenorrhoe/ Gonoblenorrhoe
3Dakriosistisis akut
4Endoftalmitis/panoftalmitis
5Glaukoma akut dan sekunder
6Penurunan tajam penglihatan mendadak (misal: ablasio retina, CRAO, perdarahan vitreous)
7Selulitis orbita
8Semua kelainan kornea mata (misal: erosi, ulkus/abses, descematolisis)
9Semua trauma mata (misal: trauma tumpul, trauma fotoelektrik/radiasi, trauma tajam/tembus)
10Trombosis sinus kavernosus
11Tumor orbita dengan perdarahan
12Uveitis/skleritis/iritasi
NoKriteria Gawat Darurat Bagian Paru
1Asma bronkiale sedang – parah
2Aspirasi pneumonia
3Emboli paru
4Gagal napas
5Cedera paru (lung injury)
6Hemoptisis dalam jumlah banyak (massive)
7Hemoptoe berulang
8Efusi plura dalam jumlah banyak (massive)
9Edema paru non kardiogenik
10Pneumotoraks tertutup/terbuka
11Penyakit Paru Obstruktif Menahun dengan eksaserbasi akut
12Pneumonia sepsis
13Pneumotorak ventil
14Status asmatikus
15Tenggelam
NoKriteria Gawat Darurat Bidang Penyakit Dalam
1Demam berdarah dengue (DBD)
2Demam tifoid
3Difteri
4Disekuilibrium pasca hemodialisa
5Gagal ginjal akut
6GEA dan dehidrasi
7Hematemesis melena
8Hematochezia
9Hipertensi maligna
10Keracunan makanan
11Keracunan obat
12Koma metabolik
13Leptospirosis
14Malaria
15Observasi rejatan/syok
NoKriterita Gawat Darurat Bidang THT
1Abses di bidang THT-KL
2Benda asing di laring, trakea, bronkus dan/atau benda asing tenggorokan
3Benda asing di telinga dan hidung
4Disfagia
5Obstruksi jalan napas atas grade II/III Jackson
6Obstruksi jalan napas atas grade IV Jackson
7Otalgia akut
8Parese fasialis akut
9Perdarahan di bidang THT
10Syok karena kelainan di bidang THT
11Trauma akut di bidang THT-KL
12Tuli mendadak
13Vertigo (berat)
NoKriteria Gawat Darurat Bidang Syaraf
1Kejang
2Stroke
3Meningoensefalitis

< Baca Juga: Penjaminan Kondisi Gawat Darurat di Faskes Yang Tidak Kerjasama Dengan Bpjs >

Itulah kreteria lengkap penyakit yang termasuk kreteria Gawat Darurat, dengan mengetahui ini semua diharapkan pasien peserta Bpjs dapat secepat mungkin untuk dibawa ke rumah sakit jika mengalami hal hal di atas. Dan tidak perlu meminta surat pengantar jika kebetulan sedang keluar kota.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Just someone who proud to be called as Blogger , Likes to share what he knew.

Related : Nih...!!! Yang Termasuk Kondisi Gawat Darurat Bagi Pasien Bpjs

Komentar Gunakan Akun Facebook

Back To Top