OJK Berpendapat Tidak Masalah Iuran Bpjs Naik

Info Bpjs - Kenaikan Iran Bpjs Kesehatan yang dimualai 1 April 2016 ini banyak masyarakan yang merasa keberatan, iuran yang lama saja banyak yang nunggak apalagi jika dinaikan lagi. Dalam hal ini OJK selaku pengawas Bpjs berpendapat kenaikan itu tidak masalah dan wajar saja, karena memang Bpjs mengalami devisit angggaran, sehingga pemerintah aharus berulang kali menutup dangan memberikan dana talangan. Kami kutip dari kompas.com yang telah mewawancarai-nya.

Menurut Deputi Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Dumoly Freddy Pardede, kenaikan iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan tidak menjadi masalah.

OJK Berpendapat Tidak Masalah Iuran Bpjs Naik
Menurut Dumoly, penyesuaian besaran iuran tersebut bisa saja terjadi. Pasalnya, saat ini terjadi defisit yang cukup besar antara beban atau liabilities dengan premi yang masuk.

"Iuran BPJS Kesehatan it's okay, OJK sebagai pengawas. Karena memang defisit antara liabilities dengan premi yang masuk makin besar. Tentunya premi harus diperbesar," kata Dumoly di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (14/3/2016).

Menurut Dumoly, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak perlu menjadi masalah. Pasalnya, BPJS Kesehatan akan memberikan jaminan layanan kesehatan yang total. Selain itu, premi yang ditawarkan juga relatif murah.

"Cover-nya kan total itu yang BPJS Kesehatan. Preminya juga murah. Kalau dinaikkan 10 persen saya jamin itu untuk kesehatan 100 persen," terang Dumoly.

<< Baca Juga: Info Denda Keterlambatan Iuran Bpjs 2,5% maksimal Rp30.000.000; Berlaku Mulai 1 Juni 2016 >>

Begitulah bincang bincang dengan Dumoly Freddy Pardede selaku  Deputi Pengawas Industri Keuangan Non Bank, otoritas jasa keuangan bersama kompas.com.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Just someone who proud to be called as Blogger , Likes to share what he knew.

Related : OJK Berpendapat Tidak Masalah Iuran Bpjs Naik

Komentar Gunakan Akun Facebook

Back To Top