Apa Perbedaan Pelayanan Pasien Gawat Darurat Dengan Yang Bukan Gawat Darurat

Pengalaman Penanganan Pasien Bpjs Yang Kondisinya Gawat Darurat Dengan Yang Tidak Termasuk Gawat Darurat - Mungkin anda akan bingung bahkan tidak tahu mana yang termasuk kondisi gawat darurat sehingga perlu penaganan tindakan lagsung tanpa perlu proses rujukan berjenjang dengan pasien yang melalui tahap pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP/Faskes 1). Untuk kategori kondisi gawat darurat ini dapat anda baca pada halaman ini : Kondisi/Kreteria Gawat Darurat Yang Ditanggung BPJS Kesehatan Untuk Ditangani Secara Langsung.


Jika anda atau keluarga anda yang mengalami penyakit yang termasuk kondisi gawat darurat seperti yang anda lihat, maka anda tidak perlu mencari dan mendapatkan surat rujukan di faskes 1, silahkan datang langsung ke Rumah Sakit yang fasilitasnya lengkap (Faskes tingkat Lanjut) langsung ke bagian IGD.

Bawa pasien ke bagian pemeriksaan, selagi pasien di periksa anggota keluarga atau orang yang menyertainya menuju ke bagian pendaftaran IGD, lengkapi berkas eKTP termasuk nomer Bpjs pasien (dengan atau tanpa kartu Bpjs Kesehatan) yang penting sebutkan nomernya saja.

Pengalaman ke IGD dengan Pasien Bukan Termasuk Kriteria Kondisi Gawat Darurat

Suatu ketika saya membawa pasien mertua saya sendiri, ketika itu saya memilih di RS Pindad Bandung dengan penyakit Hernia (Turun Beruk) setelah di periksa hasilnya bapak harus dibawa ke RS kelas B yang alatnya lengkap untuk menjalani Operasi misalnya di RS Hasan sadikin, RS Santosa, dengan membawa rujukan dari RS Pindad.

Namun dibagian bawah ada tulisan "Nb: Ruangan penuh dan pasiean bersedia dengan kendaraan sendiri". Bagian ini yang membuat saya bingung karena tidak berbicara secara langsung kalau ruangan penuh, ada apa ini? (sambil garuk kepala yang tidak gatal)

Kami pulang dan di bicarakan dirumah beserta anak dan saudara, lalu kami (anak anak) mengambil keputusan masuk sebagai pasien Bpjs ke RSUD Ujung Berung. Karena dari pengalaman sebelumnya penaganan disana cepat dan sesui prosedur.

Sebenarya dari awal saya punya rencana sendiri tanpa sepengetahuan Bapak untuk berobat ke RSUD Ujung Berung Bandung (Jl. P.H Mustopa masuk ke Jl Rumah sakit) dengan membawa kartu Bpjs yang baru saya aktifkan yang sudah nunggak 2 tahun, walaupun nanti ada denda tapi biayanya nanti tidak semahal pasien umum


Namun Sesuai permintaan Bapak untuk esok hari meminta pertimbangan ke dokter langganan bapak yaitu di Dr. Ius yang prakteknya di Jl antapani sekitar 200m dari jembatan pelangi ke kanan. Oke kami turuti. Perlu anda ketahui antara dokter Ius dan dakter bagian spesialis bedah di RS. Pindad ini saling berhubungan, degan kata lain RS Pindad ini rujukan Dr Ius

Menurut Dr. Ius kondisi bapak ini bukan termasuk Hernia yang gawat darurat, walaupun dalam daftar kreteria gawat darurat bagian bedah itu tertulis penyakit Hernia inkarserata (kondisi usus sudah turun ke kantong kemih), namun bapak tidak termasuk yang itu masih level bawahnya-lah aku sendiri lupa namanya.

Jadi Dr. Ius menyimpulkan dengan merekomendasikan ke RS. Pindad lagi bagian spesialis bedah hernia tanpa menggunakan kartu Bpjs Kesehatan, artinya masuk sebagai pasien umum agar cepat di tangani (operasi), dalam hati saya berkata "Lho.. bukanya sejak awal kami periksa di RS Pindad sebagai pasien umum, apakah wajah kami tidak meyakinkan?"

Menurut dokter langganan Bapak yaitu Dr. Ius, bahwa Pasien Bpjs yang ingin mendapatkan penaganan operasi secara langsung katanya harus melalui jadwal, karena pasien yang ingin operasi juga banyak dan ngantri. Lalu yang kamarin ngasih rujukan itu bukan dokter pesialis bedah.

Malam itu juga Dr Ius menghubungi dokter spesialis bedah yang ada di RS Pindad agar pasien atas nama Bapak **** agar ditangani lansung operasi Hernia, masuk sebagai pasien umum (bukan Bpjs) lalu dari dokter Sp bedah itu menyanggupi dan hari sabtu bisa langsung di laksanakan operasi.

Sesuai rencana pribadi saya sendiri agar Bapak di bawa saja ke RSUD Ujung Berung sebagai pasien Bpjs, secara gitu lho saya sudah keluarkan uang 1,3 juta untuk membayar tunggakan iuran Bpjs Bapak dan emak 2 tahun (dihitung 12 bulan saja), dan saya sudah 2 hari tidak kerja.

Dan rupanya saya mendapat dukungan saudara (kakak dan adik) agar menggunakan kartu Bpjs kesehatan. Tapi Bapak tetap mengikuti dokter langganannya agar di bawa ke RS Pindad sebagai pasien umum dengan alasan menghomati Dr Ius. Walaupn saya jelaskan bahwa pasien memiliki hak untuk memilih dan menolak, namun Bapak tidak goyah pendiriannya.

Dengan perasaan mengganjal di hati kami turuti yaitu masuk sebagai pasien umum agar langsung di tangani hari itu juga, sesuai pesan dokter langgananya. Eittt..! ternyata hari sabtu sesuai janji dokter bedah hernia yang direkomendasikan oleh Dr Ius itu tidak bisa hari ini, dengan alasan keluarga ada yang mau dioperasi juga, walaupun sudah daftar sebagai pasien umum.

Ahh... entah mengapa seperti ini, lempar sana lempar sini tapi penagannaya tidak segera. Keputusan terakhir kami cabut pendaftaran di RS Pindad dan kami meluncur sesuai rencana saya sendiri dari awal pakai kartu Bpjs ke RSUD Ujung Berung Dandung. Disana langsung mendapatkan ruangan sesuai kelas Bpjs Kesehatan (kelas 2 itu 1 ruangan 6 pasien) dan langsung di rawat
Baca Juga: Cara Bayar Denda Keterlambatan Iuran Bpjs Kesehatan
Sesuai jadwal besok Bapak bisa segera menjalan operasi hernia, walaupun sebelumnya kartu Bpjs Bapak itu bermasalah nunggak 2 tahun, tapi sudah saya bayar berikut dendanya sesuai diagnosa awal oleh RSUD Ujung Berung. Kesan saya, RSUD Ujung Berung bagus dalam menagani pasien, kalaupun ruangan penuh tetap bilang apa adanya dengan memberikan surat rujukan ke RS yang setara .

Itulah pengalaman kami membawa pasien yang bukan termasuk Gawat darurat dengan manggunakan kartu Bpjs kesehatan, tulisan ini tidak bermaksud apa apa, hanya berbagi pengalaman saja, jika ada yang tersinggung kami minta maaf.



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

~ Hi, I am a person who likes called bloggers ~ Writing is fun, through this website I share the knowledge and experience of my life. Thank you for your visit, I hope you get the information you want..

Related : Apa Perbedaan Pelayanan Pasien Gawat Darurat Dengan Yang Bukan Gawat Darurat

Komentar Gunakan Akun Facebook

Back To Top